Posted in Injil LAI '63 vs '94 on Oktober 12, 2010 by kulinsusu
Nama-nama Kitab dalam Injil pada penerbitan:
 
                PERJANJIAN LAMA
 
LAI 1963:                     LAI 1994:
 
Kedjadian                     Kejadian
Keluaran                      Keluaran
Imamat Orang Lewi             Imamat
Bilangan                      Bilangan
Ulangan                       Ulangan
Jusak                         Yosua
Hakim-hakim                   Hakim-hakim
Rut                           Rut
Semuil I                      1 Samuel
Semuil II                     2 Samuel
Raja-raja I                   1 Raja-raja
Raja-raja II                  2 Raja-raja
Tawarikh I                    1 Tawarikh
Tawarikh II                   2 Tawarikh
Ezra                          Ezra
Nehemja                       Nehemia
Ester                         Ester
Ajub                          Ayub
Mazmur (Zabur)                Mazmur
Amsal Solaiman                Amsal
Alchatib                      Pengkhotbah
Sjirul'asjar                  Kidung Agung
Jesaja                        Yesaya
Jermia                        Yeremia
Nudub Jermia                  Ratapan
Jehezkiel                     Yehezkiel
Daniel                        Daniel
Hosea                         Hosea
Joel                          Yoel
Amos                          Amos
Obadja                        Obaja
Junus                         Yunus
Micha                         Mikha
Nahum                         Nahum
Habakuk                       Habakuk
Zefanja                       Zefanya
Hadjai                        Hagai
Zacharia                      Zakharia
Malakhi                       Malakhi
 
 
                DEUTEROKANONIKA
 
LAI 1963:                     LAI 1994, LBI 1993:
 
(tidak tercantum)             Tobit
                              Yudit
                              Tambahan-tambahan pada
                                Kitab Ester
                              Kebijaksanaan Salomo
                              Yesus bin Sirakh
                              Barukh
                              Tambahan-tambahan pada
                                Kitab Daniel
                              Kitab Makabe yang pertama
                              Kitab Makabe yang kedua
 
 
                PERJANJIAN BARU
 
LAI 1963:                     LAI 1994:
 
Injil:                        Injil:
  Matius                        Matius
  Markus                        Markus
  Lukas                         Lukas
  Jahja                         Yohannes
Kisah Perbuatan Rasul-rasul   Kisah Para Rasul
Surat kiriman Paulus:         Surat Paulus:
  Kepada orang Rum              Kepada Jemaat di Roma
  Kepada orang Korintus 1       Kepada Jemaat di Korintus 1
  Kepada orang Korintus 2       Kepada Jemaat di Korintus 2
  Kepada orang Galatia          Kepada Jemaat di Galatia
  Kepada orang Efesus           Kepada Jemaat di Efesus
  Kepada orang Filipi           Kepada Jemaat di Filipi
  Kepada orang Kolose           Kepada Jemaat di Kolose
  Kepada orang Tesalonika 1     Kepada Jemaat di Tesalonika 1
  Kepada orang Tesalonika 2     Kepada Jemaat di Tesalonika 2
  Kepada orang Timotius 1       Kepada Jemaat di Timotius 1
  Kepada orang Timotius 2       Kepada Jemaat di Timotius 2
  Kepada Titus                  Kepada Titus
  Kepada Pilemon                Kepada Filemon
  Kepada orang Ibrani           Kepada orang Ibrani
Surat kiriman Jakub           Surat Yakobus
Surat daripada Peterus 1      Surat Petrus 1
Surat daripada Peterus 2      Surat Petrus 2
Surat daripada Jahja 1        Surat Yohannes 1
Surat daripada Jahja 2        Surat Yohannes 2
Surat daripada Jahja 3        Surat Yohannes 3
Surat kiriman Jehuda          Surat Yudas
Wahju kepada Jahja            Wahyu kepada Yohannes

Nama-nama Kitab dalam Injil pada penerbitan

Posted in PENERBITAN INJIL on Oktober 12, 2010 by kulinsusu

PENERBITAN INJIL

 

 
Nama-nama Kitab dalam Injil pada penerbitan:
 
                PERJANJIAN LAMA
 
LAI 1963:                     LAI 1994:
 
Kedjadian                     Kejadian
Keluaran                      Keluaran
Imamat Orang Lewi             Imamat
Bilangan                      Bilangan
Ulangan                       Ulangan
Jusak                         Yosua
Hakim-hakim                   Hakim-hakim
Rut                           Rut
Semuil I                      1 Samuel
Semuil II                     2 Samuel
Raja-raja I                   1 Raja-raja
Raja-raja II                  2 Raja-raja
Tawarikh I                    1 Tawarikh
Tawarikh II                   2 Tawarikh
Ezra                          Ezra
Nehemja                       Nehemia
Ester                         Ester
Ajub                          Ayub
Mazmur (Zabur)                Mazmur
Amsal Solaiman                Amsal
Alchatib                      Pengkhotbah
Sjirul'asjar                  Kidung Agung
Jesaja                        Yesaya
Jermia                        Yeremia
Nudub Jermia                  Ratapan
Jehezkiel                     Yehezkiel
Daniel                        Daniel
Hosea                         Hosea
Joel                          Yoel
Amos                          Amos
Obadja                        Obaja
Junus                         Yunus
Micha                         Mikha
Nahum                         Nahum
Habakuk                       Habakuk
Zefanja                       Zefanya
Hadjai                        Hagai
Zacharia                      Zakharia
Malakhi                       Malakhi
 
 
                DEUTEROKANONIKA
 
LAI 1963:                     LAI 1994, LBI 1993:
 
(tidak tercantum)             Tobit
                              Yudit
                              Tambahan-tambahan pada
                                Kitab Ester
                              Kebijaksanaan Salomo
                              Yesus bin Sirakh
                              Barukh
                              Tambahan-tambahan pada
                                Kitab Daniel
                              Kitab Makabe yang pertama
                              Kitab Makabe yang kedua
 
 
                PERJANJIAN BARU
 
LAI 1963:                     LAI 1994:
 
Injil:                        Injil:
  Matius                        Matius
  Markus                        Markus
  Lukas                         Lukas
  Jahja                         Yohannes
Kisah Perbuatan Rasul-rasul   Kisah Para Rasul
Surat kiriman Paulus:         Surat Paulus:
  Kepada orang Rum              Kepada Jemaat di Roma
  Kepada orang Korintus 1       Kepada Jemaat di Korintus 1
  Kepada orang Korintus 2       Kepada Jemaat di Korintus 2
  Kepada orang Galatia          Kepada Jemaat di Galatia
  Kepada orang Efesus           Kepada Jemaat di Efesus
  Kepada orang Filipi           Kepada Jemaat di Filipi
  Kepada orang Kolose           Kepada Jemaat di Kolose
  Kepada orang Tesalonika 1     Kepada Jemaat di Tesalonika 1
  Kepada orang Tesalonika 2     Kepada Jemaat di Tesalonika 2
  Kepada orang Timotius 1       Kepada Jemaat di Timotius 1
  Kepada orang Timotius 2       Kepada Jemaat di Timotius 2
  Kepada Titus                  Kepada Titus
  Kepada Pilemon                Kepada Filemon
  Kepada orang Ibrani           Kepada orang Ibrani
Surat kiriman Jakub           Surat Yakobus
Surat daripada Peterus 1      Surat Petrus 1
Surat daripada Peterus 2      Surat Petrus 2
Surat daripada Jahja 1        Surat Yohannes 1
Surat daripada Jahja 2        Surat Yohannes 2
Surat daripada Jahja 3        Surat Yohannes 3
Surat kiriman Jehuda          Surat Yudas
Wahju kepada Jahja            Wahyu kepada Yohannes

KATA PENGANTAR

Posted in KATA PENGANTAR on Oktober 12, 2010 by kulinsusu
Bismillahirrahmanirrahim,
 
 Dihadapan  kami  terbentang  sebuah   buku   yang   berjudul
 "AL-KITAB  DAN  AL-QURAN"  yang  dikarang  oleh  J.  Jomier,
 mungkin seorang orientalis berbangsa  Perancis.  Judul  asli
 dari  buku  tersebut  ialah  "BIBLE  ET  CORAN" disadur oleh
 Lembaga Biblika SS. D. Cicurug,  diterbitkan  oleh  Penerbit
 Yayasan Kanisius Yogyakarta.
 
 Buku  tersebut  sangat  menarik  hati  kami,  pertama karena
 isinya adalah pembahasan  mengenai  Al-Quran  ditinyau  dari
 kacamata   seorang  Katolik,  dan  disana-sini  kami  dapati
 pembandingan  antara   ayat-ayat   Al-Quranul-karim   dengan
 ayat-ayat   Al-Kitab   atau  Bible;  kedua  karena  penyadur
 menjebutkan, bahwa buku tersebut dimaksudkan  sebagai  suatu
 usaha  untuk  mengadakan "dialog" antara umat Islam dan umat
 Katolik, dengan jujur dan tulus ikhlas.
 
 Ajakan yang indah itu tentu saya harus disambut dan dijawab,
 harus  ditanggapi dengan lebih jujur dan lebih terbuka, oleh
 umat Islam. Hal itu sesuai dengan  perintah  dalam  Al-Quran
 sendiri  "wa  jadilbum billati hija ahsan," dan berdialoglah
 kepada mereka itu dengan  cara  yang  lebih  baik.  Tak  ada
 dialog kalau hanya dari satu fihak saya, bukan?
 
 Itulah  maksud  kami  menulis  buku kecil ini, yang tak lain
 ialah untuk menyambut  ajakan  yang  simpatik  dari  saudara
 sebangsa   kita   umat   Katolik,  ialah  dengan  menyajikan
 "perbandingan antara  ayat-ayat  Al-Quran  dengan  ayat-ayat
 Al-Kitab,"   baik   mengenai  hal  yang  bersesuaian  maupun
 mengenai hal-hal yang berbeda.
 
 Pada buku saduran J. Jomier  tersebut  terdapat  sebuah  Bab
 khusus  yang berbunji: AL-QURAN SESUNGGUHNYA MEMUJI AL-KITAB
 TAPI AL-KITAB  TIDAK  DIBACA  KAUM  MUSLIMIN.  Bab  tersebut
 seolah-olah  menyayangkan,  mengapa  umat  Islam  tidak suka
 membuka serta membaca lembaran-lembaran Kitab  Suci  mereka,
 dan hanya membaca Kitab Sucinya sendiri saya. Peringatan ini
 sungsuh memberikan kesadaran kepada penulis adanya kebutuhan
 untuk  mengenal  isi  Al-Kitab, supaja dengan demikian dapat
 mengenal lebih baik terhadap ajaran agama Nasrani.  Al-Kitab
 bagaimanapun  juga  merupakan  sumber dan pangkal tolak dari
 ajaran-ajaran dan dogma-dogma agama Nasrani,  baik  Katolik,
 Protestan, maupun bidat-bidat atau sekte-sekte yang kabarnya
 tidak kurang dari 200 jumlahnya itu.
 
 Setelah  berbulan-bulan  penulis  menelaah   Al-Kitab,   dan
 membandingkan dengan nash-nash yang terdapat dalam Al-Quran,
 maka kami dapati tiga hal yang penting, yaitu:
 
   I. Adanya ayat-ayat yang saling bersesusaian antara
      Al-Kitab dengan Al-Quran.
  II. Adanya ayat-ayat yang saling berbeda antara Al-Kitab
      dengan Al-Quran.
 III. Adanya ayat-ayat yang saling berbeda antara Al-Kitab
      dengan Al-Kitab.
 
 Sebagaimana  kami  sebutkan  dimuka,  kami  ingin  menyambut
 ajakan  berdialog  itu dengan lebih jujur dan lebih terbuka.
 Maka  metode  penyajian  yang  kami  pilih  ialah   langsung
 menyajikan  kutipan-kutipan  dari ayat-ayat kedua Kitab Suci
 tersebut, kami jajarkan begitu rupa, dengan sedapat  mungkin
 menghindari  pemberian  komentar  yang  panyang lebar. Yakni
 dengan  maksud  agar  memberikan  kesempatan  seluas-luasnya
 kepada  para  pembaca untuk mengambil kesimpulannya. Apabila
 penulis memandang perlu untuk memberikan penjelasan, penulis
 hanya memberikan "catatan-catatan" secara singkat.
 
 Penulis  menujukan  tulisan  ini  sebenarnya  kepada saudara
 seagama sendiri, yakni umat Islam.  Namun  demikian  mungkin
 pula  buku  ini  sampai  dan  terbaca  oleh saudara Nasrani.
 Andaikata terjadi demikian,  maka  kami  ingin  menyampaikan
 kalimat-kalimat  yang  sama  dengan kalimat penyadur buku J.
 Jomier, sbb:
 
 "Seandainya kitab  ini  sampai  terbaca  oleh  saudara  yang
 beragama   Nasrani  dan  jika  disana-sini  hatinya  mungkin
 sedikit tersinggung diluar  maksud  si  penulis,  maka  kami
 minta  maaf,  karena  kekhilafan  yang  tidak  sengaja  itu.
 Baiklah saudara ingat, bahwa buku  ini  ditulis  oleh  orang
 Islam,  yang ingin memperkenalkan agama Nasrani kepada orang
 seagamanya, supaya  mereka  lebih-lebih  menghargai  Nasrani
 sebagaimana layaknya."
 
 Kata-kata  yang sama itu perlu kami sampaikan, karena memang
 ternyata  dalam  buku  J.  Jomier  "AL-KITAB  DAN  AL-QURAN"
 tersebut  banyak  kalimat,  yang  sengaja atau tidak sengaja
 menyinggung dan melukai hati kami umat Islam.
 
 Misalnya kalimat, yang berbunyi:
 
 * setelah berjuang sepuluh tahun lamanya dengan pedang
   ditangan dan firman dimulut, maka ... (halaman 7).[1]
 * pengutusan Muhammad sebagai pengutusan yang tertuju
   pertama-pertama kepada orang Arab. (halaman 11). [2]
 * Tetapi kebaikan itu masih diselimuti sesuatu yang kabur
   dan tak keruan. (halaman 13).[3]
 * Dan sebagainya masih banyak lagi.
 
 Baiklah, biarlah kami masih  berbaik  sangka.  Katakan  saya
 kalimat-kalimat tersebut adalah kekhilafan. Kami terima baik
 ucapan penyadur yang berbunyi:
 
 "Tentu sukar sekali bagi orang luar  untuk  mengenali  salah
 satu  agama  yang bukan agamanya sendiri." Tetapi izinkanlah
 juga kami untuk mengetengahkan hasil studi kami yang  secara
 obyektif membandingkan Al-Kitab dengan Al-Qur'an.
 
 Terus-terang  saya,  ketika  penulis  hendak memulai menulis
 buku ini, yang meragukan hati penulis  bukan  adanya  reaksi
 dari  golongan  Nasrani,  yang  mereka  memang sudah sengaja
 mengajak berdialog. Tetapi justru  yang  membimbangkan  hati
 kami  adalah adanya reaksi dari kalangan umat Islam sendiri,
 karena mungkin tidak bersenang hati dan tidak  rela  melihat
 Kitab  Sucinya  Al-Quran  disejajarkan  dengan Al-Kitab atau
 Bible. Memang secara riil historis  Al-Kitab  tidak  sejajar
 dengan  Al-Quran,  tetapi  paling  tinggi dapat disejajarkan
 dengan  Al-Hadits.  Sebab  Al-Kitab  atau  Bible  yang   ada
 ditangan kita sekarang ini adalah bukan Injil yang asli dari
 Isa Al-Masih, tetapi adalah hasil dari  tulisan-tulisan  dan
 surat-surat  dari sahabat-sahabat/pengikut-pengikut Nabi Isa
 a.s, bahkan diantara penulis-penulisnya ada yang sama sekali
 tidak  pernah  berjumpa  dengan  beliau,  bahkan  bekas yang
 memusuhinya. Sedang Al-Quran, diwahyukan langsung oleh Tuhan
 melalui  Jibril,  adalah  lebih  tepat  apabila disejajarkan
 dengan diri Yesus sendiri, yakni Kalam  yang  sudah  menjadi
 daging.
 
 Kelebihan   Al-Quran   adalah   jelas.   Apabila   seseorang
 memerlukan,  orang  dengan  segera   dapat   memeriksa   dan
 mencocokkan  kepada  nash aslinya. Sedangkan Al-Kitab tidak.
 Nash aslinya sudah hilang entah kemana.  Bahkan  Kitab  Suci
 umat   Katolik   disana-sini   berbeda   dengan  milik  umat
 Protestan, begitu juga dengan milik kaum  Watch  Tower,  dan
 sebagainya.
 
 Untuk  kelancangan  kami  ini,  kami mohon kepada umat Islam
 saudara seagama  kami,  agar  suka  memaafkannya,  dan  suka
 memahami apa yang menjadi tujuan kami.
 
 Kutipan   ayat-ayat  dari  Al-Kitab  kami  ambil  dari  buku
 "AL-KITAB," penerbitan Lembaga Al-Kitab  Indonesia,  Jakarta
 1965;  yang  memuat  baik  Perjanjian Lama maupun Perjanjian
 Baru. Sedangkan terjemah  dari  kutipan  ayat-ayat  Al-Quran
 kami  mengacu  kepada  buku-buku: "TAFSIR QURAN" oleh Mahmud
 Yunus, dan  "AL-QURAN  DAN  TERJEMAHANNYA"  oleh  Departemen
 Agama Republik Indonesia.
 
 Sebagai  pengantar  kiranya dapat kami cukupkan sekian saya.
 Tegur-sapa kami terima dengan  segala  senang  hati,  dengan
 diiringi  ucapan  terima kasih kepada pihak-pihak yang telah
 membantu kami dalam menyusun buku kecil ini, terutama kepada
 guru  kami K.H Bakir Saleh, Kauman Yogyakarta. Mudah-mudahan
 amal kita semuanya diterima dan diridhai oleh  Tuhan  s.w.t.
 Amien.
 
                                     Yogyakarta, 1 Juli 1968.
 
 Catatan kaki:
 [1] Apakah tidak terbaca oleh J. Jomier kalimat dalam
     Al-Quran yang berbunyi "la ikraha fiddin." tidak ada
     paksaan dalam agama; dan bahwa umat Islam berperang
     hanya apabila diserang atau diperlakukan secara zalim
     oleh fihak lain?
 
 [2] Apakah J. Jomier sengaja tidak tahu bahwa sahabat Bilal
     adalah bukan orang Arab tetapi orang Negro, dan bahwa
     sahabat Salman Al-Farid adalah orang Persia?
 
 [3] Dengan dalih apakah J. Jomier mengatakan bahwa ajaran
     kebaikan Nabi Muhammad s.a.w. itu adalah kabur dan tak
     keruan?

MEMBUKA LEMBARAN-LEMBARAN KITAB SUCI AL-KITAB DAN AL-QUR’AN

Posted in Injil LAI '63 vs '94 on Oktober 12, 2010 by kulinsusu
 MEMBUKA LEMBARAN-LEMBARAN KITAB SUCI
 AL-KITAB DAN AL-QUR'AN
 
 Drs. Tohari Musnamar
 
 Seksi Publikasi P.P. I.S.M.
 Jln. Gunungketur No. 64
 Yogyakarta
 
 P.P. Ikatan Sarjana Muhammadiyah, Yogyakarta, 1968
 
 MOTTO
 
 KALAU anda ingin mencari kebenaran sesuatu agama,
 baca dan pelajarilah Kitab Sucinya sebagai sumber
 ajaran-ajaran agama tersebut, dengan hati bersih,
 fikir objektif dan jiwa memohon petunjuk Tuhan.
 
 Truth can never be opposed to Truth.
 Canon Buckland
 
 Betulkah semua agama itu sama saja?
 Tidak! Yang baik banyak, tetapi yang benar hanya satu.
 
 BUKU INI kutujukan kepada generasi muda Muslim Indonesia
 DAN kepada anak-anakku tersayang.

UTUSAN TERAKHIR

Posted in KOLEKSI on Oktober 12, 2010 by kulinsusu

UTUSAN TERAKHIR

“… dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad). (QS. Ash-Shaff:6).

Berbagai Segi Suksesi

Suksesi mempunyai banyak bentuk seperti hak asasi dari anak pertama dalam hukum Yahudi. Atau pengangkatan putra atau putri tertua ke tahta kerajaan atau dengan pemilihan, untuk memilih calon dengan pengumpulan suara terbanyak. Atau secara keagamaan, sebuah penunjukkan dengan ketetapan dari utusan yang dipilih Tuhan. Seperti pemanggilan Ibrahim, Musa, Yesus atau Muhammad Sallallahu Alaihi wa Sallam (semoga kesejahteraan dan keberkahan diberikan Allah atas mereka). Yang “ditunjuk” dalam pengabdian terhadap jabatan mereka.

Berbagai segi penggantian Yesus oleh Muhammad.

  1. Secara kronologis, dalam sejarah sebagai urutan kejadian dalam satu waktu
  2. Dipilih oleh Tuhan
  3. Sebagai pemenuhan ramalan pendahulunya, dan yang terakhir tetapi bukan yang paling tidak berarti adalah…
  4. Dengan membawa petunjuk Tuhan untuk penyempurnaan. “Karena Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” kata Yesus Kristus.

Menurut Sejarah

Nabi Musa mendahului Yesus Kristus kira-kira 1300 tahun dan Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam menggantikan kekosongan setelah Yesus kira-kira 6 abad kemudian.

Tanggal 12 Rabi’ul ‘Awwal tahun Gajah, atau 29 Agustus 570 Masehi, Muhammad yang patut dipuji, lahir di kota suci Makkah, Arab, di daerah penyembah berhala. Masyarakatnya, yaitu orang-orang Quraisy mengingat tahun kelahirannya sebagai “Tahun Gajah”, karena 2 bulan sebelum kelahiran beliau, Abraha Al-Ashram, Raja muda Abesinia, dari Yaman, memimpin pasukannya dengan mengendarai seekor gajah Afrika yang besar, menyerang tempat perlindungan suci tersebut. Kilasan ketakutan tak pernah terhapus dari ingatan mereka dan masih terdapat goncangan akibat serbuan tersebut. Kerusakan yang mengerikan oleh Abraha dan tentaranya dicatat dalam Surat Al-Fiil atau Gajah:

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Rabb-mu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? Dan, Dia mengirim mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (QS. Al-Fiil: 1-5)

Standar Allah

Allah Yang Maha Kuasa memilih sendiri utusan-Nya. Dia menggunakan standar-Nya meskipun kita mungkin tidak selalu mengerti hikmahnya. Paulus menyerukan keganjilan ini:

“Orang-orang Yahudi menghendaki tanda, dan orang-orang Yunani mencari hikmat.” (Injil Korintus 1:22).

Tetapi orang sebijaksana Paulus, menemukan bahwa kebijaksanaannya adalah penghalang bagi orang-orang Yahudi dan kebodohan bagi orang-orang Yunani. Allah memilih Musa Alaihis-salam, seorang yang gagap dan buronan pengadilan. Kitab Suci Injil menyebutnya sebagai seorang yang tidak petah lidahnya (Keluaran 6: 11).

Menyadari kekurangannya ketika bertugas menghadapi Fir’aun, raja dzalim terbesar pada abad itu, Musa Alaihis-salam memohon kepada Allah Yang Penyayang:

“Berkata Musa, ‘Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku; (yaitu) Harun, saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku, dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku, supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau, dan banyak mengingat Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami. Allah berfirman, ‘Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa’.” (QS. Thahaa: 25-36).

Mengapa “Menurut Anggapan”?

Kemudian datang Yesus yang telah dipilih oleh Tuhan. Berdasarkan ajaran Kristen, dia adalah seorang tukang kayu dan anak seorang tukang kayu, dengan sebuah keraguan silsilah sebagaimana tercatat dalam Injil:

“Dan, Yesus berumur kira-kira 30 tahun dan (menurut anggapan orang) ia adalah anak Yusuf … ” (Injil – Lukas 3:23).

Yesus saat ini dikenal oleh satu milyar umat Islam lahir secara ajaib –tanpa campur tangan seorang pria. Pengikut–pengikut Kristus membuat 2 silsilah terpisah untuk seorang manusia yang tidak mempunyai silsilah. Di antara Kitab Matius dan Lukas mereka memberi utusan Tuhan yang hebat ini 66 ayah dan kakek. Dan dari kedua daftar yang terpisah ini hanya satu nama yang sama yaitu Yoseph si tukang kayu, yang tak cocok di manapun karena seperti yang tercatat dalam Lukas di atas, dia hanya ayah Yesus menurut anggapan orang.

Bahkan Para Uskup Ragu

Dalam sebuah “Survey para uskup Anglican yang mengejutkan” pada bulan Juni 1984 mengungkapkan bahwa 31 dari 39 uskup berfikir bahwa. “Keajaiban Kristus, kelahiran perawan dan kebangkitan, mungkin tidaklah terjadi persis seperti yang dilukiskan di dalam Injil”.

Berbeda dengan para uskup gereja Inggris (“Anglican”), gereja Scotlandia dengan sangat hormat menghilangkan setiap referensi untuk “kelahiran perawan” dari penerbitan terbaru Sebuah Pernyataan tentang Keyakinan (A Statement of Faith). Topik tentang keajaiban Yesus semakin memanas di kalangan Kristen Barat untuk menanganinya seperti Anda lihat di sini:

The Daily News
Durban, Selasa, 22 Mei 1990
Kelahiran Perawan Dihilangkan oleh Gereja Scotlandia

LONDON: Surat referensi langsung untuk kelahiran perawan telah dihilangkan dari penerbitan baru gereja Scotlandia, Sebuah Pernyataan tentang Keyakinan, untuk “menghindari perpecahan yang mungkin terjadi di antara anggota gereja”.

Pendeta David Beckett, sekretaris partai pekerja khusus yang menerbitkan pengumuman tersebut, berkata bahwa penghilangan tersebut akan memindahkan gereja Scotlandia dari teologi Katholik Anglican yang tradisional menjadi golongan gereja Inggris yang lebih liberal, yang diperjuangkan oleh uskup Durham, David J. Jenkins.

Dokumen baru tersebut didebat oleh Sidang Umum Tahunan Gereja Scotlandia di Edinburg: Dirancang untuk menyampaikan pengakuan Westminster, ditulis tahun 1640, dalam bahasa yang lebih baru, panel gereja dalam doktrinnya juga mengambil kesempatan untuk menyesuaikan teks pada kelahiran perawan.

Tuan Beckett berkata, “Kami ingin datang dengan sebuah pernyataan yang menyatukan dari pada memecah belah. Seseorang yang akan disambut oleh seluruh gereja, tidak hanya yang menerima kelahiran perawan sebagai fakta sejarah, tetapi juga oleh orang-orang yang menganggapnya lebih sebagai teologi bergambar.

Klaim para pemimpin gereja bahwa pengakuan Westminster belum diganti, hanya merupakan ringkasan dan pembaharuan.

–Dinas Urusan Luar Negeri–

Tuhan Memilih Yesus

Meskipun secara spirituil Yesus Kristus sangat kaya akan kebijaksanaan, cahaya dan kebenaran; hatinya senang berfilsafat tentang peminta-minta di dunia, ketika dia berkata,

“Datanglah seorang perempuan kepadanya (Yesus) membawa sebuah buli-buli pualam yang berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus …”

Melihat itu murid murid gusar dan berkata: “Untuk apa pemborosan ini?

Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.

… Yesus berkata kepada mereka … Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama sama kamu.” (Injil – Matius 26:7-11)

Tetapi ketika kemiskinan tampak di wajahnya, ketika kemelaratan, kekurangan dan kebutuhan menimpanya, ia menangis kesedihan:

“Dan, Yesus berkata kepadanya, ‘Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi anak manusia (mengacu kepada dirinya sendiri) tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalanya’.” (Injil – Matius 8:20 juga diulang pada Lukas 9:58).

Dan Tuhan memilihnya (Yesus): unik dan tak dapat dimengerti, adalah cara Tuhan!

Mustafa Orang Pilihan

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rosul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (as-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al–Jumu’ah: 2).

Mengagumkan sebagaimana yang terlihat. Saya tidak kagum lagi! Inilah cara-Nya, Dia memilih seorang ummi, nabi yang buta huruf untuk sebuah bangsa yang ummi, buta huruf.

“Masyarakat penggembala yang miskin, mengembara tidak dikenal di padang pasir sejak penciptaan dunia. Seorang Nabi pahlawan telah diutus untuk mereka dengan sebuah kata yang dapat mereka percaya: Perhatikan, tidak dikenal menjadi terkemuka di dunia, yang kecil telah tumbuh menjadi dunia besar. Dalam satu abad kemudian Granada (Spanyol) telah berada di tangan bangsa Arab dan Delhi (India) di tangannya yang lain. Memantulkan keberanian, kemegahan dan cahaya kecerdasan, Arab menyinari sebagian besar dunia dalam waktu yang lama. Keyakinan adalah hebat, memberikan kehidupan. Sejarah sebuah bangsa menjadi bermanfaat, meninggikan jiwa, hebat, secepat keyakinannya. Bangsa Arab ini, Muhammad, dan satu abad tersebut, tidak lah seperti jika bunga api jatuh, sebuah percikan, pada dunia yang terlihat hitam, padang pasir yang tak terkenal; tetapi pasir ternyata mesiu yang meledakkan, nyala api surga dari Delhi sampai Granada! Saya katakan, manusia yang besar selalu seperti cahaya surga. Manusia yang lain menunggunya seperti bahan bakar, dan kemudian mereka semua akan berkobar juga.”

Demikian penutup pidato Thomas Carlyle, salah seorang pemikir terbesar abad lalu. Saat itu hari Jum’at, 8 Mei 1840. Temanya: “Pahlawan sebagai Nabi”. Pendengarnya: adalah umat Kristen Anglican – Inggris.

Umat Pilihan

Tuhan memilih utusan-Nya, Tuhan memilih umat-Nya. Di dalam kerajaan spiritual tidak ada bangsa menyerupai bangsa Yahudi dan Musa dibuat meratap menghadapi kaumnya:

“Bahkan kamu menentang Tuhan, sejak aku mengenal kamu.” (Injil – Ulangan 9:24).

Pada surat wasiat terakhir Musa Alaihis-salam bangsa Israel membuat frustrasi utusan yang lemah lembut yang terpaksa mencerca dalam menghadapi sikap yang sombong dan keras kepala kepada petunjuk Tuhan.

“Karena aku mengetahui pembangkanganmu, dan kekakuan tengkukmu Lihatlah, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menjadi pembangkang terhadap Tuhan, terlebih lagi nanti sesudah aku mati.” (Injil – Ulangan 31: 27).

Aduh, benar sekali! Saya tidak akan berfilsafat pada pilihan Tuhan. Tetapi pada bab berikut api kemarahan Tuhan menyala dari sebesar lilin sampai lautan api dan dia mengutuk orang-orang Yahudi.

“Mereka membangkitkan cemburuku dengan yang bukan Allah, mereka membuatku marah dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan membuat mereka marah dengan bangsa yang bodoh. (Injil – Ulangan 32:21).

Pengganti Orang-orang Yahudi

Setiap orang yang mempunyai sedikit pengetahuan tentang Injil akan dapat menebak siapa yang di mata orang-orang Yahudi rasis dan sombong ini “bukan sebuah umat” –sesuatu yang tidak berarti dan “bangsa yang bodoh” jika bukan sepupu mereka keturunan Ismail– bangsa Arab yang dalam kata-kata Thomas Carlyle telah “mengembara tidak dikenal di padang pasir sejak penciptaan dunia!?”

BANGSA ARAB: Alexander Agung telah mengabaikan mereka; bangsa Persia mengabaikannya; Bangsa Mesir mengabaikannya; bangsa Romawi mengabaikannya. Adalah tanggung jawab mutlak setiap bangsa untuk menaklukkan dan menjajah mereka. Tetapi sang Pencipta tidak mengabaikan mereka. Dia mengangkat mereka dari kegelapan yang dalam dan mengubah mereka menjadi obor cahaya dan pengetahuan dunia. “Aku akan membangkitkan rasa cemburu orang-orang Yahudi.” Kecemburuan ini adalah penyakit yang tertanam. Ingat, Sarah dan Hajar, 2 istri Abraham (Ibrahim) Alaihis-salam –sahabat Tuhan. Kecemburuan Sarah diwariskan ke anak-anaknya dan pada bangsa serta pada suku bangsa yang belum lahir.

Belum lama ini saya membaca sebuah buku penemuan obat yang ditulis oleh seorang paramedis Yahudi. Sayangnya saya tidak dapat mengingat nama penulisnya dan gagal mendapatkan kembali buku tersebut. Bagaimanapun, kata-kata pembayaran upeti yang ditulis oleh penulis Yahudi ini kepada saudara semitnya (Arab) telah membuat kesan yang tak dapat dihilangkan dalam ingatan saya. Dan saya mengutip dari ingatan saya:

“Pengendara Goatherd (kambing?) dan unta duduk pada singgasana kaisar “

Penuh kedengkian, kesengitan, kekasaran, tetapi bagaimanapun juga benar! Ini yang telah dilakukan Tuhan dan selalu dilakukan. Dia menghormati siapa yang diinginkan-Nya. Inilah apa yang dilakukan untuk menunjukkan kekuatan tangan-Nya (Kekuasaan).

“Dan jika kamu berpaling (dari keimanan) niscaya Allah akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).” (QS. Muhammad: 38)

“Hal ini benar-benar satu dari keajaiban sejarah terbesar bahwa dari Arab yang terbelakang telah meledak suatu kelompok manusia, sahabat nabi, yang dalam beberapa abad dapat menciptakan peradaban yang bagus sekali, meluas dari tumpukan kayu bakar sampai tembok Cina.” (Abdul Wadod Shalabi dalam “Islam Religion of Life.)

Peringatan Terakhir

Yang terdahulu adalah benar-benar pemenuhan Yesus Kristus, nabi terakhir dari nabi-nabi besar Yahudi, menimbulkan perkiraan atas penempatan ras Yahudi yang salah dalam bimbingan spiritual manusia. Dalam firman Tuhan sendiri:

“Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa kerajaan Allah? akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu.” (Injil – Matius 21: 23).

ID CARD IBLIS (biodata iblis)

Posted in KOLEKSI on Oktober 12, 2010 by kulinsusu

ID CARD IBLIS (biodata iblis)

Nama : Iblis
Gelar : Laknatullah ‘Alaihi (semoga Allah melaknatnya)
Lahir : Sebelum diciptakan manusia
Tempat tinggal : Toilet dan rumah yang tidak disebut nama Allah ketika memasukinya
Singgasana : Di atas air
Rumah masa depan : Neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat tinggal
Agama : Kafir
Jabatan : Pimpinan Umum orang-orang yang dimurkai Allah dan sesat
Masa Jabatan : Hingga hari Kiamat
Karyawan : Setan jin dan setan manusia
Partner dalam bekerja : Orang yang diam dari kebenaran
Agen : Dukun dan paranormal
Musuh : kaum muslimin
Kekasih di dunia : Wanita yang hobi telanjang dan pamer aurat
Keluarga : Para thaghut
Cita-cita : Ingin membuat semua manusia kafir
Motto : Kemunafikan adalah akhlak yang paling utama
Hobi : Menyesatkan manusia dan menjerumuskan  ke dalam dosa
Lukisan kesayangan : Tato
Mata pencaharian : Mencari harta yang haram
Makanan favorit : Bangkai manusia (ghibah)
Tempat favorit : Tempat-tempat najis dan tempat maksiat
Tempat yang dibenci : Majlis ilmu dan temat-tempat ketaatan
Alat komunikasi : ghibah (menggunjing), namimah (adu domba) , dan dusta
Jurus Andalan :
1.    Memoles kebathilan
2.    Menamakan Maksiat dengan nama yang indah
3.    Menamakan Ketaatan dengan nama yang tidak disukai
4.    Masuk melalui pintu yang disukai manusia
5.    Menyesatkan manusia secara bertahap
6.    Menghalang-halangi manusia dari kebenaran
7.    Berlagak sebagai penasihat
Kelemahan :
1.    Tidak berkutik di hadapan orang yang ikhlas
2.    kewalahan menghadapi orang yang berilmu
3.    Lari dari suara adzan
4.    Lari dari rumah yang dibacakan al-Baqarah
5.    Menyingkir dari orang yang berdzikir kepada Allah
6.    Menangis ketika melihat orang bersujud kepada Allah
Diringkas dan diadaptasi dari kitab “Wiqayatul Insan minal Jin wasy Syayaathin”, karya Wahid Abdus Salam Bali, Oleh : Abu Umar Abdillah

44. DAUD JUGA DIPERANAKKAN TUHAN, “ANAK SULUNG” TUHAN?

Posted in Beda Injil-Quran on Oktober 12, 2010 by kulinsusu
44. DAUD JUGA DIPERANAKKAN TUHAN, "ANAK SULUNG" TUHAN?
 
 AL-KITAB:                       AL-QUR'AN:
 
 BEGITU KATA SEMUIL DAN          MAHA SUCI TUHAN DARI
 MAZMUR.                         MEMPUNYAI ANAK.
 
 5Pergilah engkau, katakanlah    Katakanlah (Muhammad):
 kepada hambaku Daud;            "Segala puji bagi Allah yang
 Demikianlah firman Tuhan:       tidak mempunyai anak dan
 Hendakkah engkau memperbuat     tidak mempunyai sekutu dalam
 sebuah rumah akan Daku,         kerajaanNya, dan tidak
 supaya Aku duduk didalamnya?    membutuhkan penolong apabila
 13Maka iapun akan               dihinakan." Serta
 membangunkan sebuah rumah       agungkanlah Dia dengan
 akan tempat namaku dan          pengagungan yang
 Akupun akan menetapkan          sebesar-besarnya.
 takhta kerajaannya sampai       (Israa': 111)
 selama-lamanya. 14Maka Aku
 menjadi baginya akan bapa       Katakanlah (Muhammad):
 dan iapun menjadi bagiku        "Andaikata Allah itu
 akan anak, maka apabila ia      beranak, niscaya sayalah
 bersalah, Aku menyiksakan       (Muhammad) yang mula-mula
 dia kelak dengan cemeti         menyembah anakNya itu."
 manusia dan dengan bala         (Tetapi nyatanya tidak!)
 anak-anak Adam. (2 Semuil 7:    Maha Suci Tuhan langit dan
 5, 13-14)                       bumi, Tuhannya 'arasy, dari
                                 sifat-sifat yang mereka
 21Maka Aku telah mendapat       terangkan itu. Biarkanlah
 Daud, hambaku, dan Aku telah    mereka itu masuk (pada
 menyirami dia dengan            keyakinan) yang bukan-bukan
 minyakku yang suci. 22Maka      dan main-main, sehingga
 tanganku akan menyokong dia     sampai saatnya mereka
 selalu, dan lenganku akan       menjumpai hari (kiamat) yang
 menguatkan Dia. 27Ia pun        dijanjikan.
 akan memanggil akan Daku:       (Az-Zukhruf: 81-83)
 Engkau juga Bapaku! Allahku
 dan gunung batu selamatku!
 28Maka Akupun akan
 menjadikan dia anak sulung,
 yang maha tinggi diatas
 segala raja-raja di bumi.
 (Mazmur 89: 21-22, 27-28)
 
 Catatan: Jika Nabi Daud  as.  juga  dikatakan  "Anak  Allah"
 (juga yang sulung), maka Allah sudah dua orang anaknya. Maha
 Suci Allah dari sifat tersebut!

45. DAUD JUGA DIANGKAT DARI ALAM BARZAH, ADA PADA KANAN TUHAN (SEPERTI YESUS?)

Posted in Beda Injil-Quran on Oktober 12, 2010 by kulinsusu
 45. DAUD JUGA DIANGKAT DARI ALAM BARZAH,
     ADA PADA KANAN TUHAN (SEPERTI YESUS?).
 
 AL-KITAB:                       AL-QUR'AN:
 
 ADALAH IA PADA KANANKU.         DAUD DIJADIKAN ALLAH
                                 KHALIFAH DI BUMI.
 1Surat peringatan Daud.
 Peliharakanlah aku, ya          Hai Daud, Kami menjadikan
 Allah! karena aku harap akan    engkau jadi khalifah di muka
 Dikau. 8Maka pada sedekala      bumi, maka dari itu
 aku melihat Tuhan               hendaklah engkau menghukumi
 dihadapanku, sebab adalah Ia    antara manusia dengan
 pada kananku, maka tiada aku    kebenaran dan jangan kau
 akan tergelincuh. 10Karena      turuti hawa nafsu, karena ia
 tiada Engkau akan               akan menyesatkan engkau dari
 meninggalkan jiwaku dalam       jalan Allah. Orang-orang
 alam barzah dan tiada Engkau    yang tersesat dari jalan
 membiarkan kesucianmu itu       Allah akan mendapat siksa
 menjadi busuk. 11Maka Engkau    yang keras, karena mereka
 memberi tahu aku jalan yang     lupa akan hari hisab
 menuju kehidupan;               (kiamat). Adakah Kami
 kekenyangan dengan sukacita     jadikan orang-orang yang
 adalah dihadapan hadiratmu      beriman dan beramal saleh
 dan kesedapan pada kananmu      sama seperti orang yang
 sampai selama-lamanya. [*]      berbuat bencana di bumi?
 (Mazmur 16: 1, 8, 10-11)        Adakah Kami jadikan
                                 orang-orang yang taqwa sama
 [*] Jika diperhatikan, pada     seperti orang-orang yang
 ayat-ayat diatas terdapat       fasik (jahat)? Tentu tidak!
 pertentangan. Semula "Ia        (Shad: 26.-28)
 pada kananku," jadi Daud
 disisi kiri. Tetapi kemudian
 "pada kananmu," jadi Daud
 disisi kanan. Mana yang
 betul?
 
 [*] Menurut Islam, Daud  a.s.  adalah  seorang  Rasul,  yang
 mempunyai  sifat  shidiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Tak
 mungkin beliau berlaku sombong dan takabur sebagaimana  yang
 didakwakan  itu.  Kecuali,  kalau kata-kata "melihat Tuhan,"
 "pada kananmu" dsb, hanya bersifat majazi belaka.

46. ANAK LAKI-LAKI ALLAH BERSETUBUH DENGAN ANAK-ANAK PEREMPUAN MANUSIA?

Posted in Beda Injil-Quran on Oktober 12, 2010 by kulinsusu
46. ANAK LAKI-LAKI ALLAH BERSETUBUH DENGAN
     ANAK-ANAK PEREMPUAN MANUSIA?
 
 AL-KITAB:                       AL-QUR'AN:
 
 BEGITULAH YANG TERMAKTUB        UCAPAN ITU BESAR SEKALI
 DALAM KITAB KEJADIAN            KEDURHAKAANNYA
 
 1Maka tatkala banyak manusia    Patutkah Tuhanmu menentukan
 itu makin bertambah-tambah      anak laki-laki untukmu, dan
 di atas bumi dan telah          Dia sendiri mengangkat
 diperanakkannya beberapa        malaikat menjadi anak
 anak perempuan, 2maka           perempuan? (Tentu saja
 dipandanglah oleh anak          tidak). Sungguh kamu
 laki-laki Allah akan anak       mengucapkan perkataan yang
 perempuan manusia sebab elok    besar sekali
 rupanya, lalu diambilnyalah     (kedurhakaannya).
 bagi dirinya akan bini          Sesungguhnya telah kami
 barangsiapa yang disukainya.    terangkan semuanya didalam
 4Maka pada zaman itu adalah     Al-Quran ini, supaya mereka
 beberapa orang tinggi besar     dapat pelajaran, tetapi yang
 dalam dunia dan kemudian        demikian itu tiada menambah
 daripada itupun, setelah        pelajaran bagi mereka,
 anak-anak Allah bersetubuh      bahkan bertambah lari dari
 dengan anak-anak perempuan      kebenaran. (Israa': 40-41)
 manusia lalu beranak; maka
 inilah orang gagah dan orang
 yang termasyhur namanya pada
 zaman dahulu kala.
 (Kejadian 6: 1, 2, 4)

47. DATANGLAH SEGALA ANAK ALLAH AKAN MENGHADAP TUHAN?

Posted in Beda Injil-Quran on Oktober 12, 2010 by kulinsusu
47. DATANGLAH SEGALA ANAK ALLAH AKAN MENGHADAP TUHAN?
 
 AL-KITAB:                       AL-QUR'AN:
 
 BEGITU TERMAKTUB DALAM KITAB    PERKATAAN ITU HANYA DUSTA
 AYUB.                           SEMATA-MATA.
 
 Hatta, maka pada sekali         Dan (Qur'an ini) untuk
 peristiwa, pada suatu hari      memperingatkan
 anu datanglah segala anak       kesalahan-kesalahan
 Allah akan menghadap Tuhan,     orang-orang yang mengatakan
 dan syaitan pun datang          bahwa "Allah itu mempunyai
 ditengah-tengah mereka itu.     anak." Mereka itu tiada
 Maka firman Tuhan kepada        berpengetahuan, begitupun
 syaitan itu: Engkau dari        bapak-bapak mereka. Besar
 mana? Maka sahut syaitan        sekali (dosa) kata-kata yang
 kepada Tuhan, sembahnya:        keluar dari mulut mereka.
 Daripada berjalan keliling      Sesung guhnya perkataan
 dan beridar-idar di atas        mereka itu hanyalah dusta
 bumi. (Ayub 1: 6-7)             semata-mata. (Al-Kahfi: 4-5)
 
 Maka pada sekali peristiwa,     Allah tidak beranak dan
 yaitu pada suatu hari segala    tidak diperanakkan.
 anak Allah datang menghadap     Dan tidak ada yang
 kehadirat Tuhan, maka           menyamaiNya satupun juga.
 syaitan pun datang diantara     (Al-Ikhlas: 3-4)
 mereka itu hendak menghadap
 Tuhan. Maka firman Tuhan
 kepada syaitan itu: Dari
 mana engkau? Maka sahut
 syaitan kepada Tuhan,
 sembahnya: Daripada jalan
 keliling dan beridar-idar di
 atas bumi. (Ayub 2: 1-2)
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.